Persyaratan 1. Pria, dengan usia maksimal 30 tahun. 2. Kandidat harus memiliki setidaknya SMK di Geodesi/Geomatika/Pemetaan dan Pengukuran. 3. Memiliki pengalaman minimal 1 tahun sebagai Surveyor dalam survei topografi, fresh graduate dipersilahkan melamar. 4. Memiliki keterampilan teknis yang kuat dari Total Station, AutoCad, atau perangkat
DUDIsebagai mitra kerja Dengan adanya program "link and match" sama dengan SMK, diharapkan selain sebagai melalui kerja sama antara SMK dan DUDI tempat prakerin siswa, dapat juga melaksana- yang peran DUDI dalam SMK erat kaitannya kan kerja sama lain. Konsep Pengembangan Dengan Dunia Kerja. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Wagiran. (29
Berikutini adalah tujuan pelaksanaan PSG : 1. Menghasilkan tenaga kerja yang profesional dengan tingkat pengetahuan, ke terampilan dan sikap kerja sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. 2. Memperkuat link and match antara sekolah dengan dunia kerja. 3. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang profesional 4.
Dra.Hj geni wilyarti, MM Kepala SMK Negeri 6 Pekanbaru Dalam sambutannya menyampaikan Adapun Kriteria SMK Dapat melaksanakan Link and match yang sangat bermanfaat untuk para siswa sesuai program keahlian, serta para guru juga diharapkan dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman yang begitu cepat, Lalu Program magang yang sangat melatih para siswa dalam dunia kerja sesungguhnya, serta
Angkatersebut diambil dari target capaian dari tahun 2017 hingga tahun 2019, dengan rincian : (1) Lulusan 1.775 SMK sejumlah 845.000 siswa yang akan dikerjasamakan dengan 355 perusahaan industri; (2) 162.000 orang peserta Diklat 3-in-1 (Pelatihan-Sertifikasi Kompetensi-Penempatan Kerja); (3) 15.552 orang lulusan dari program pendidikan reguler
PensiSMK Link And Match. Sebuah kegiatan seni yang dilakukan secara berkala dan diselenggarakan oleh pihak sekolah, dengan menampilkan berbagai pertunjukan seni dan bintang tamu. 25 Feburari 2020.
. - Direktur Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan PSPK Fiona Handayani menyoroti konsep link and match sekolah vokasi dengan dunia usaha, yang mana bahasan tersebut ramai pada debat cawapres kemarin. Menurutnya, vokasi atau Sekolah Menengah Kejuruan memang didesain untuk peserta didik langsung menuju dunia kerja."Pendidikan vokasi dengan demikian memang perlu dirancang agar lulusan siap masuk ke industri yang sudah spesifik sektornya, misalnya otomotif, komputer, dan sebagainya. Dan hal ini berbeda dengan tujuan penyelenggaraan sekolah menengah umum atau SMA," ujarnya pada Tirto, Selasa 19/3/2019.Sehingga menurutnya akan tidak relevan jika SMK digadang sebagai sekolah yang berorientasi kapitalisme karena diarahkan untuk mencetak tenaga kerja."Bagi industri, lulusan SMK menjadi sumber daya manusia yang sepatutnya siap untuk bekerja dan untuk siswa, SMK diharapkan dapat memberikan peluang kerja tanpa harus berinvestasi waktu dan biaya lagi untuk masuk ke perguran tinggi," Fiona, yang seharusnya diperhatikan justru pada metode pengajaran siswa SMK tersebut. Agar semata-mata tidak hanya disesuaikan untuk kebutuhan kerja di dunia industri para peserta didik tersebut, lanjutnya, perlu juga dibekali pemahaman akan pentingnya menjadi pembelajar sepanjang hayat atau lifelong learner. Para siswa tersebut harus didorong untuk terus meningkatkan dan memperbarui kompetensi dirinya sendiri dan tidak stagnan pada satu jenis bidang industri saja."Dengan demikian SMK tidak bisa lagi semata-mata fokus pada keterampilan menggunakan teknologi yang ada, yang bahkan mungkin tidak lagi digunakan di dunia industri. Tetapi harus membangun transferable skills termasuk kemampuan menjadi pembelajar sepanjang hayat tadi," link and match pendidikan dengan dunia usaha kembali menyeruak ke permukaan, setelah menjadi pembahasan pada debat ketiga antara calon wakil presiden Maaruf Amin dan Sandiaga Uno pada Minggu 17/3/2019 kemarin. Keduanya memiliki visi untuk meningkatkan sinergitas pendidikan dan dunia usaha untuk mengurangi jumlah pengangguran lulusan vokasi di juga Lulusan SMK Dinilai Belum Siap Hadapi Revolusi Industri CORE Jelaskan Alasan Pengangguran Tertinggi Didominasi Lulusan SMK - Pendidikan Reporter Alfian Putra AbdiPenulis Alfian Putra AbdiEditor Dewi Adhitya S. Koesno
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID jVAS0Bxwu9XXH0hPIa64Z5FE7rb4Ht3E3Z6HZU046Y2CRSkgrVappg==
Malang - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud melalui Direktorat Jenderal Ditjen Pendidikan Vokasi terus berupaya menjalin kerja sama dengan dunia usaha serta dunia industri DUDI.Langkah ini bertujuan agar dunia pendidikan tak tertinggal jauh dengan kemajuan industri. Supaya link anda match dengan dunia industri dapat terus berjalan, Ditjen Pendidikan Vokasi juga telah mewajibkan lembaga pendidikan vokasi untuk melaksanakan paket-paket dalam program Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto menjelaskan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia SDM bidang teknologi dan komunikasi pada pendidikan vokasi menjadi hal sangat penting. "Kalau bicara digital teknologi dan TIK, pasti SDM adalah engine besarnya. Jadi tidak bisa industri kreatif bergantung bukan pada SDM. OLeh karena itu, kita mendorong adanya link and match antara dunia pendidikan dengan dunia kerja," terang Wikan di Kawasan Ekonomi Khusus KEK Singhasari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu 10/10/2020.Kehadiran Wikan juga untuk penandatanganan nota kesepahaman Kemendikbud dengan kawasan ekonomi khusus KEK Singhasari tentang 'Pengembangan Pendidikan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi' dan perjanjian kerja sama Ditjen Pendidikan Vokasi dengan KEK Singhasari tentang 'Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi pada Pendidikan Vokasi'.Wikan menjelaskan, salah satu tujuan utama program paket 'link and match' untuk meningkatkan kualitas lulusan pendidikan vokasi agar relevan dengan kebutuhan akan berdampak kepada peningkatan dan penguatan kualitas peserta didik."Saya mengapresiasi KEK Singhasari yang telah mengimplementasikan 'link and match'. Semoga kerja sama ini dapat ditiru dan diimpementasikan di daerah kawasan industri lainnya, serta di daerah yang bukan kawasan industri pula," pun berharap, kemitraan strategis strategic partnership atau 'link and match' antara pendidikan vokasi dengan DUDI, sedikitnya harus memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, permanen dan berkesinambungan, serta efektif dan efisien."Adapun pelaksanaannya menuntut keterlibatan seluruh stakeholder, baik pemerintah daerah, industri, dan pengelola lembaga pendidikan dalam perencanaan maupun implementasinya," Wikan, dengan penandatanganan nota kesepahaman Kemendikbud dengan kawasan ekonomi khusus KEK Singhasari diharapkan ke depan akan lahir start up - start up muda hasil perkawinan KEK Singhasari dengan perguruan tinggi vokasi dan SMK."Itu cita-cita dan konsepnya. Tetapi tentunya, masih banyak tantangan yang akan kita lakukan. Dan juga kepastian industri masuk sini KEK Singhasari. Kalau ekosistem di Jawa Timur dipenuhi SDM yang link and macth pasti akan banyak industri-industri datang ke sini," Pendidikan Vokasi menyebut sebanyak tenaga guru telah menjalani pelatihan untuk peningkatan kompetensi bidang industri teknologi digital dan mereka, sebanyak 700 kepala sekolah turut mengikuti pelatihan dalam meningkatkan kemampuan sebagai leardeship serta membentuk dasar pemikiran link and macth dengan dunia industri."Tahun ini kita trainning 2200 guru untuk peningkatan kompetensi dan 700 kepala sekolah untuk leadership dan mindset link and match dengan dunia industri," beber Singhasari merupakan KEK pertama bidang pengembangan teknologi yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah PP Nomor 68 Tahun tersebut sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo untuk pembangunan Indonesia lima tahun ke depan, di antaranya prioritas pada pembangunan sebab itu, KEK Singhasari pun telah siap untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan SDM, menjadi bagian dalam transformasi ekonomi, berperan aktif dalam memfasilitasi pendidikan vokasi yang berdampingan dan berorientasi pada DUDI, serta melengkapi generasi milenial Indonesia dengan emerging aktivitas ekosistem digital yang terintegrasi di KEK Singhasari maka diharapkan menjadi katalis pertumbuhan perekonomian digital di Indonesia menyongsong "Indonesia Emas 2045" melalui pendekatan integrated digital ecosystem ekosistem digital yang terintegrasi. Pengembangan ekonomi digital di KEK Singhasari sendiri merujuk pada 4 pilar utama yang dikenalkan World Bank, yaitu regulasi, infrastruktur, edukasi, dan kerja sama antara Ditjen Pendidikan Vokasi dengan KEK Singhasari dipandang sebagai langkah awal dalam dukungan KEK Singhasari untuk turut mengawal dan berkontribusi aktif dalam program 'link and match'.Sehingga, selanjutnya dapat terjalin mitra-mitra industri yang lebih banyak lagi di bawah naungan KEK Singhasari bagi SMK dan satuan pendidikan vokasi yang ada di sekitarnya dalam mewujudkan program 9 sembilan paket 'link and match'."Di sini akan dikembangkan klaster edukasi distrik, untuk mendukung KEK Singhasari yang di dalamnya mempunyai fungsi SDM unggul. Seperti disampaikan oleh Pak Dirjen, tak berhenti pada MOU saja. Tetapi bagaimana nantinya mendorong semangat untuk berinovasi pada bidang teknologi digital," terang Ketua KEK Singhasari David kerja sama juga dihadiri Pjs Bupati Malang Sjaichul Ghulam, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang UMM Dr Fauzan, dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa juga video 'Pemerintah Alokasikan Dana Rp 7,2 T untuk Bantuan Kuota Internet'[GambasVideo 20detik] mul/ega
Pernah mendengar istilah link and match? Program ini sangat berguna untuk mendorong kualitas lulusan vokasi agar menjadi lulusan yang berkualitas dan siap kerja siap wirausaha. Untukmu yang menempuh pendidikan di vokasi, tentu sudah tidak asing dengan istilah link and match.’ Pemerintah mendukung kolaborasi antara pendidikan vokasi dengan pelaku industri. Salah satunya melalui konsep link and match 8+i. Apa itu link and match 8+i? Mari simak penjelasan lengkapnya berikut ini. Pengertian Link and Match Dalam pendidikan vokasi, link and match berarti menghubungkan dunia pendidikan vokasi dengan industri kerja. Dengan begitu, terdapat relevansi atau kesinambungan antara penempuh pendidikan vokasi dengan industri yang memerlukan tenaga kerja sesuai dengan keahlian. Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Dirjen Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto, mengatakan bahwa terdapat delapan aspek yang perlu dihadapi oleh dunia pendidikan vokasi Indonesia yang tekait dengan link and match dengan industri. Berbagai aspek tersebut bertujuan untuk mendorong kualitas lulusan vokasi agar selaras dengan kebutuhan industri. Lalu, apa saja aspek link and match 8+i? Berikut uraiannya. Pertama, kurikulum disusun bersama sejalan dengan memperkuat aspek softskills, hardskills, dan karakter yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Kedua, penerapan pembelajaran berbasis proyek nyata dari dunia kerja Project Based Learning/PBL untuk menyelaraskan hardskills, softskills, dan karakter yang kuat. Ketiga, meningkatkan jumlah peran guru atau instruktur dari industri maupun ahli dari dunia kerja. Sesuai imbauan Mendikbud, peningkatan perlu dilakukan secara signifikan hingga minimal mencapai 50 jam per semester/program keahlian. Keempat, penerapan praktik kerja lapangan/industri minimal satu semester. Kelima, sertifikasi kompetensi bagi lulusan dan bagi guru atau instruktur harus sesuai dengan standar dan kebutuhan industri Keenam, ditekankan untuk guru atau instruktur untuk memperbarui teknologi melalui pelatihan rutin. Ketujuh, diadakan riset terapan yang membantu dan mendukung teaching factory berdasarkan kebutuhan atau kasus tertentu Kedelapan, komitmen penyerapan tenaga kerja lulusan oleh dunia kerja. Untuk huruf “i” mencakup berbagai peluang kerja sama yang bisa dilaksanakan dengan dunia kerja. Syarat Terwujudnya Link and Match Berikut beberapa syarat agar link and match bisa terwujud Lembaga pendidikan dan dunia industri diharapkan membuat kurikulum bersama. Terdapat sinkronisasi kurikulum yang dilakukan secara berkala. Dapat menjadikan materi yang diajarkan pada siswa vokasi dapat match dengan kebutuhan industri di lapangan. Selanjutnya, pihak industri harus memberikan guru atau dosen tamu dari industri yang memiliki tugas untuk memberikan pengajaran nyata pada siswa/mahasiswa pendidikan vokasi. Pihak industri dan pihak pendidikan vokasi merancang bersama mengenai pemberian magang kepada siswa SMK dan mahasiswa vokasi Adanya sertifikasi kompetensi. Hal ini menjadi bentuk nyata dari pengujian level pengetahuan dan keterampilan lulusan vokasi Komitmen dari pihak industri untuk menyerap lulusan sekolah vokasi Link and Match Bagaikan Hubungan Kekasih Wikan Sakarinto selaku Dirjen Vokasi mengibaratkan bahwa link and match bagaikan hubungan kekasih. Chemistry antara pendidikan vokasi dan industri harus terus dibangun hingga “menikah”. Itu artinya, sejak awal, antara kedua pihak perlu saling mengenal dan memberi bekal. Dengan begitu, keduanya bisa menyambut tujuan yang menguntungkan kedua belah pihak. Manfaat Link and Match untuk Menyerap Tenaga Kerja Program link and match ini juga memiliki banyak manfaat lho! Berikut di antaranya Keterampilan Tenaga Kerja Sesuai dengan Job Desk Dengan adanya program link and match, tenaga kerja handal dapat dipersiapkan di bidang tertentu secara spesifik. Itu artinya, berbagai kemampuan yang akan dilatih akan disesuaikan dengan job desk dari pekerjaan atau posisi tertentu di sebuah perusahaan atau lembaga kerja. Jadi, kamu tidak akan menerima keterampilan yang abu-abu’ karena skill yang lebih spesifik sudah diajarkan agar kamu bisa menguasainya dengan baik. Lebih Cepat Memenuhi Kebutuhan Industri Program link and match juga diharapkan bisa membuat lulusan pendidikan vokasi dapat lebih cepat menjawab kebutuhan industri. Penyerapan tenaga kerja menjadi lebih cepat. Di sisi lain, industri juga bakal diuntungkan karena dapat memperoleh tenaga kerja yang lebih kompeten, teknikal, dan lebih mumpuni dalam waktu yang relatif cepat. Membekali dengan Pengalaman yang Mumpuni Mengingat di pendidikan vokasi porsi praktik lebih banyak daripada teori, maka kamu bisa mendapatkan pengalaman yang lebih mumpuni. Sehingga, lebih cukup untuk melamar pekerjaan. Apalagi, dengan pengalaman magang dan kelas industri, pasti sangat berguna untuk upgrade CV dan diterima bekerja dengan lebih mudah. Menguasai Hard Skills dan Soft Skills Dengan terjun secara langsung di lapangan saat magang dan kelas industri, para lulusan vokasi tidak hanya dibekali dengan hard skill yang cocok dengan job desc. Namun, juga dibekali dengan soft skill yang sangat berguna untuk karir. Baca Juga Kunjungan Industri SMK Cipta Karya Prembun, Kebumen ke Penutup Itu dia penjelasan lengkap mengenai link and match yang perlu kamu tahu. Dengan program ini, lulusan vokasi dicetak menjadi lulusan-lulusan kompeten dengan berbagai keterampilan dan kemampuan yang sesuai dengan standar industri. Link and match ini juga dilaksanakan oleh Gamelab Indonesia dalam program Kelas Industri dan PKL. Dengan begitu, kamu bisa mengoptimasi skill digital-mu agar sesuai dengan standar industri bersama Gamelab. Jadi, setelah lulus, kamu bisa langsung siap kerja dan siap wirausaha. Yuk optimasi skill digital-mu bersama Gamelab Indonesia sekarang juga! Referensi
PENDIDIKAN merupakan salah satu tolok ukur kemajuan suatu negara. Negara yang maju akan dibarengi dengan kualitas Sumber Daya Manusia SDM yang baik. Dengan meningkatkan sistem pendidikan, sama artinya meningkatkan kualitas SDM suatu negara. Artinya, kemajuan suatu bangsa atau negara, merupakan cermin dari kualitas pendidikan serta SDM yang ada pada negara tersebut. Sebagai warga negara Indonesia, tentu sebagian besar masyarakat dapat menilai bagaimana kualitas pendidikan di negara ini. Meski belum bisa dikatakan baik, namun pemerintah terus mengupayakan menyusun sistem pendidikan dan meningkatkan kualitas sarana pendidikan, dalam upaya meningkatkan kualitas SDM. Contoh paling dekat yang bisa kita lihat, ialah bagaimana upaya pemerintah dalam membentuk sistem pendidikan di tengah pandemi yang terjadi dua tahun terakhir. Lebih dari itu, pembentukan satuan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan SMK yang setingkat dengan SMA memiliki tujuan dalam jangka panjang bagi kemajuan kualitas SDM negara Indonesia. Sejalan dengan tema pembangunan pendidikan jangka panjang pada tahun 2005-2024, pembangunan SMK diarahkan pada peningkatan daya saing. Baik secara nasional, bahkan hingga internasional, sebagai salah satu fondasi dalam membangun kemandirian serta daya saing negara Indonesia dalam menghadapi persaingan global di masa mendatang. Pelajar SMK dibekali beberapa skill pendukung sehingga nanti lulusan SMK mampu bersaing di dunia kerja. Hal ini merupakan keunggulan yang bisa didapatkan sekaligus yang diharapkan oleh pemerintah untuk memperbaiki SDM Indonesia, sekaligus meningkatkan ekonomi Indonesia melalui SDM yang memiliki daya saing dalam dunia industri. Hal ini juga memberikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat, sehingga peminat SMK memiliki jumlah yang cukup banyak di beberapa daerah diseluruh Indonesia. Hingga awal tahun 2015, jumlah SMK di Indonesia mencapai angka lebih sekolah, dengan jumlah siswa 4,33 juta. Dengan populasi tersebut, artinya dari seluruh SMK tersebut memberikan layanan pendidikan kepada 143 ribu rombongan belajar atau 11,27 rombel per SMK dengan jumlah rata-rata tiga rombel per tingkat dengan total paket keahlian yang dibuka di SMK mencapai paket. Atau rata-rata tiga paket keahlian per SMK Ismainar, 2015. Berdasar data tahun 2018, jumlah SMK di Indonesia mengalami peningkatan mencapai angka Ini terdiri dari SMK swasta dan negeri. Sementara jumlah siswa mencapai lebih dari lima juta pelajar. Dengan rincian juta siswa SMK negeri, dan 2,8 juta siswa SMK swasta. Terkini
Jakarta ANTARA - Program “Link and Match” antara kebutuhan industri dengan para siswa di Sekolah Menengah Kejuruan SMK yang menjadi bagian dari pendidikan vokasi di Indonesia ternyata berpotensi besar menghasilkan talenta digital unggul sesuai semangat transformasi digital. Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dirjen Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto yang mendukung “Link and Match” dapat dilakukan secara merata di SMK se-Indonesia. “Link and Match bertujuan untuk menciptakan keselarasan mendalam, menyeluruh dan berkelanjutan dalam semua aspek penyelenggaraan pendidikan vokasi, yakni antara SMK dengan dunia kerja,” ujar Wikan dalam keterangan tertulisnya, Kamis. Baca juga Pemerintah fasilitasi inovasi dan latih talenta digital Dengan sistem itu, siswa di SMK dinilai bisa mengasah tiga kemampuan dasar yang penting untuk bertahan di industri yang canggih, serba digital, dan memaksimalkan penggunaan teknologi. Ada pun tiga aspek itu meliputi soft skills, hard skills, serta karakter yang sesuai kebutuhan industri. Pembelajaran pun berbasis proyek riil serta praktik kerja lapangan sehingga siswa SMK bisa menjawab kebutuhan dari para pelaku industri. Oleh karena itu, ia mendukung penuh industri-industri bisa berperan aktif mengikuti link and match dengan SMK sehingga pengkaderan serta persiapan generasi muda menjadi talenta digital Indonesia bisa optimal. Baca juga Kominfo Talenta penting untuk era trasformasi digital Selain menghadirkan “Link and Match”, Kemendikbudristek juga terus berupaya merevitalisasi SMK sejak 2019 agar talenta digital Indonesia dari generasi muda yang telah dididik bisa memenuhi kebutuhan industri Adapun beberapa regulasi yang mendukung kemajuan SMK menjawab kebutuhan industri di antaranya seperti Teaching Factory serta Super Tax Deduction. Sebelumnya, sejak awal 2021 Indonesia mencanangkan percepatan transformasi digital bersamaan dengan pemulihan pandemi COVID-19. Berbagai gerakan untuk meningkatkan literasi kemampuan digital masyarakat Indonesia pun dilakukan mulai dari program bagi masyarakat umum hingga para pelajar yang terdidik. Selain memberikan pengetahuan soft skills, Pemerintah juga terus gencar memperbanyak infrastruktur jaringan untuk layanan digital agar layanan ruang digital bisa semakin merata dirasakan seluruh masyarakat Indonesia. Baca juga Kemendikbud target 400 prodi vokasi "link and match" dengan industri Baca juga Talenta dan infrastruktur percepat transformasi digitalPewarta Livia KristiantiEditor Suryanto COPYRIGHT © ANTARA 2021
link and match smk dengan dunia kerja